Posted by: warmnice | October 10, 2008

Tiga Tingkat Perkembangan Pemikiran Anak

Perkembangan pemikiran Anak menurut R. J. Havingkurst ada tiga tingkat, yaitu:

1.   Tingkat pengenalan kenyataan secara langsung dan persis. Pada tingkat ini kegiatan intelektual anak adalah untuk membentuk pengertian-pengertian yang lebih sederhana tentang kenyataan-kenyataan alam, social, dan moralitas. Pengertian ini didapat dari pengalaman langsung dengan melihat, mencium, merasa, mendengar, dan pengalaman langsung dari ayah, ibu, dan teman-teman serta pengalaman langsung dari pujian dan hukuman terhadap tingkah lakunya.

2.   Tingkat berpikir kongkret. Pengalaman langsung tadi ditambah dengan pengalaman tidak langsung dari hasil belajar melalui membaca buku, melihat film, menonton televise, mendengarkan radio, atau mendengarkan cerita orang lain. Tetapi semua itu subyeknya harus kongkret, karena hal-hal yang abstrak belum dimengerti oleh anak.

3.   Tingkat berpikir abstrak. Menjelang akhir masa sekolah ini anak mulai nampak berpikir abstrak. Ia sudah dapat mengerjakan matematika dan ilmu alam. Ia sudah memiliki pemikiran silogisme baik formal maupun material. Dengan demikian, anak sudah siap untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Sifatnya optimis dan kurang dirisaukan oleh rasa penyesalan, kepedihan, dan rasa kesengsaraan. Kegembiraan orang lain susah dipahami atau dihayati oleh anak. Namun kalau ia ikut merasakannya, maka perasaan takut tidak ditampakkannya sebab ia merasa enggan, takut dan malu memaparkan perasaannya.

       Sumber: Bahaya Mengabaikan Golden Anak,    karangan Eleeza Saltz(Majalah “Aku Anak Saleh”)


Leave a response

Your response:

Categories